Kalimat demi kalimat melantun syahdudari mulut yang selalu bertasbih
mengagungkan asma Allah
Beriring hamdalah menggema
memenuhi ruangan masjid
disahut kicau burung memuji Sang Pencipta
Seketika kesejukan menyapa jiwa
membekas dalam sukma
dan tangis syukur tak terbendung lagi
Karena kasih sayang Illahi
telah halal singgasana cinta
Basmalah dan doa teruntai indah
membersamainya menapaki istana surga
memandangi keindahannya dengan ketakjuban
memaknainya penuh bahagia
Mimpi yang mewujud nyata
Kalaulah dahulu..
air mata tertumpah meminta belas kasihNya
atas segala kesedihan dan kepedihan
yang sempat singgah di ruang hati
Kini air mata kesyukuran
Dengan rahmatNya,
Telah dia temukan aku yang sempat terserak
lalu dibersihkannya dengan air
dan dipasangkan lembut pada iganya
sehingga dekat di hati untuk slalu disayang
dekat pula dengan tangannya untuk senantiasa dilindungi
Bersamanya bagai berada dalam telaga surga
yang airnya sejuk mengaliri pori-pori
melahirkan jiwa yang tenang
diguyur oleh air jernih berkilau laksana mutiara
Dan batinku selalu tertinggal di sana
memeluk bayangnya yang seakan tak mau pergi
Maka kupinta ia
membawaku pergi membersamainya
Berbekal cinta illahiyah
berkendaraan semangat jihad fii sabiilillaah
ia ajarkan aku untuk selalu
mengukir indah senyum kesyukuran
yang menyejukkan orang-orang di sekitarnya
Telaga surga itu tak akan kering
walau airnya engkau reguk sepuasnya
Air suci keikhlasan
yang menyejukkan orang meminumnya
sehingga tak lagi dahaga
walau berjalan di atas sahara..
Duhai kekasih hati..
Cinta ini suci karena keimanan
Tak banyak kata yang dapat kurangkai
selain kesyukuran dan saling setia
untuk menjaganya hingga
bertemu kembali di istana surga yang abadi
By : Puspita Dewi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar